11 November 2011

Belajar dari Alam


Allah memberikan alam raya ini selain untuk dinikmati, tetapi juga untuk di tafakuri, marilah kita mengambil satu pelajaran dari buah yang tumbuh… Tentunya buah yang bagus bentuknya, manis rasanya, hanya berasal dari pohon yang baik, dan tanah yang subur. Ini adalah perumpamaan yang sangat sederhana dan mudah untuk dipahami, bagi setiap orang tua yang menginginkan mendapatkan anak yang sholeh. Tanah yang subur dan pohon yang baik adalah perumpamaan untuk kedudukan dan fungsi orang tua, sedangkan buah yang baik, ibarat seorang anak yang tumbuh dalam bimbingan orang tuanya. Perumpamaan ini memberikan pelajaran kepada kita,…untuk mendapatkan anak yang sholeh, maka yang pertama-tama harus diperhatikan dan diperbaiki adalah kesholehan kedua orang tuanya. 

Dalam contoh sederhana, ketika orang tua….tidak ingin anaknya berbohong, maka janganlah sekali-kali para orang tua, baik ibu atau ayah mengajarkan cara berbohong kepada anaknya, atau, ketika mereka ingin agar anaknya rajin dalam beribadah,maka orang tuanya dululah yang sebaiknya rajin beribadah…Tentunya, hal ini tidak akan menjadi satu hal yang sulit, karena islam sebelumnya telah mengajarkan kepada manusia agar mereka berusaha untuk menjadi lelaki dan wanita yang sholeh. Islam memberikan petunjuk kepada mereka pada saat sebelum menikah, pada saat menikah, dan pada saat di amanahkan keturunan. Keluarga Imran, adalah satu contoh yang Allah abadikan dalam Al Quran, dari pasangan suami dan istri yang sholeh, dan anak yang sholeh.

Pada saat pohon itu tumbuh, memberikan pupuk dan air yang cukup tentunya adalah hal yang sangat berpengaruh pada buah yang akan dihasilkan. Demikian pula dengan anak. Memberinya makanan yang baik adalah hal yang sangat penting.. makanan dalam konteks kebutuhan manusia tidak hanya makanan yang bersifat jasmani, tetapi yang lebih penting lagi adaalah makanan yang bersifat rohani.. Memberikan makanan tidak hanya terfokus pada dzat dari makanan itu sendiri, termasuk dalam konteks ini adalah…, cara mendapatkan rezeki yang halal yang nantinya diberikan kepada anak-anak adalah hal yang sangat penting yang perlu diperhatikan oleh kedua orang tua. Berbagai macam penelitian membuktikan, memberikan makanan yang didapat, melalui cara yang halal sangat mempegaruhi perlaku tidak hanya seorang anak, tetapi juga, perlaku kedua orang tuanya.

Sedangkan dalam konteks makanan jiwa, mengajarkan mereka dari usia dini untuk mengenal rukun iman, adalah hal yang sangat penting. Lalu, di tindak lanjuti dengan membiasakan mereka untuk melakukan ibadah yang diwajibkan, dan melakukan berbagai macam amal sholeh yang diperlukan dalam pergaulan. Tentunya, keteladan yang nyata dari akhlaq orang tua merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam hal ini. Pada proses bunga mulai muncul dan tumbuh buah.. perlindungan terhadap hama, serangga, binatang yang dapat menggangunya adalah satu hal yang perlu dilakukan. Walaupun buah itu berasal dari tanah yang subur dan pohon yang baik, tetapi pada masa pertumbuhannnya, hama atau serangga yang merugikan,… dapat menghancurkannya.

Tentunya, adalah tugas bagi para orang tua untuk melindunginya anaknya dari berbagai hal yang membahayakan dirinya yang datang dari luar lingkungan keluarga. Lingkungan, adalah salah satu faktor yang memiliki dampak yang besar terhadap perilaku anak. Memilihkan lingkungan yang baik, memberikannya pendidikan dan sekolah yang baik, teman-teman bergaul yang baik, membatasi berbagai informasi yang akan diserap dan ditiru oleh sang anak dari berbagai media, seperti televisi, radio, majalah, dan lain sebagainya. Adalah satu hal yang perlu mendapat perhatian penting. Karena boleh jadi, walaupun kedua orang tuanya sholeh, tetapi karena kelengahan orang tuanya dalam memperhatikan aspek lingkungan putra-putri mereka, putra-putri mereka tumbuh dan berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan. Al Quran juga memberikan contoh tentang hal ini kepada kita, melalui keluarga Nabi Nuh, walaupun ayah mereka seorang Nabi, tetapi anak mereka kan’an termasuk ke dalam golongan yang kafir..

Anak, adalah amanah Allah. Allah mengangkat wali dari setiap bayi yang lahir dalam keadaan suci, agar ia bisa kembali kepada Allah dalam keadaan yang suci. Dan wali itu adalah orang tua… hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw  “Tiap bayi dilahirkan dalam keadaan suci (fitrah-Islami). Ayah dan ibunya lah kelak yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi (penyembah api dan berhala). (HR. Bukhari). Sebagai orang tua, tentunya masih banyak hal yang perlu diketahui agar dapat memperoleh anak yang sholeh, memperbaiki diri, berusaha menjadi teladan dan memberikan yang terbaik, adalah sebuah proses yang perlu di nikmati..

Wallahu’alam. Salam
»»  lanjut bacanya....

Tentang Pernikahan


Dalam surat al a'roof ayat 16 di abadikan satu kejadian, Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,  (7 :16). Ayat ini memperlihatkan kepada kita kesungguhan Iblis dan balatentaranya syaitan dalam menghalangi manusia dari jalan yang lurus. Jalan yang lurus, adalah petunjuk Allah bagi manusia yang meng-inginkan keselamatan dan kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.. Salah satu pentunjuk Rasulullah saw yang berkaitan dengan jalan yang lurus bagi manusia, adalah menikah. Menikah adalah salah satu sunnah Rasulullah saw. sebagaimana sabda Beliau “..aku sendiri salat dan tidur, berpuasa dan berbuka serta menikahi wanita! Barangsiapa yang tidak menyukai sunah-ku, maka ia bukan termasuk golonganku. (Shahih Muslim)

Lalu apa kaitannya, antara menikah dan kesungguhan iblis dalam mengganggu anak adam dari jalan yang lurus…? Hal ini bisa kita ketahui dari salah satu sabda Rasulullah saw “Barangsiapa menikah maka dia telah menyelamatkan separuh dari agamanya, karena itu hendaklah dia bertakwa kepada Allah dalam memelihara yang separuh lagi. (HR. Al Hakim dan Ath-Thahawi). Menikah, sebagaimana sabda Rasulullah....akan melindungi separuh dari urusan agama seseorang, dan Iblis, sangat tidak suka apabila anak adam menyelamatkan setengah dari urusan agamanya, maka, dalam satu riwayat dikatakan, bahwa salah satu godaan yang sangat di sukai oleh iblis adalah ; ketika syaitan menggangu keharmonisan rumah tangga hingga membuatnya mereka bercerai, memperindah hubungan sebelum menikah seperti, pergaulan bebas, berpacaran tanpa batasan syariat, bahkan perzinahan. Tentunya, salah satu tujuan mengapa hal ini disukai oleh iblis dan syaitan, agar mereka tidak segera melangsungkan pernikahan, tetapi berlama-lama dalam melakukan perbuatan dosa, yang dipandang indah. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam surat al an 'aam ayat 142 “..dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Tetapi… ingatlah, bahwa setan akan berusaha sekuat tenaga...ya sekuat tenaga.. dalam menghalangi manusia untuk mendapatkan kebahagiaan dalam kehidupan rumah tangga.. setan akan senantiasa sabar menanti setiap kesempatan yang ada dan selalu berusaha masuk dalam diri baik suami dan istri ketika salah satu dari mereka lupa berdzikir kepada Allah… Inilah hal yang pertama yang perlu di waspadai bagi dua insan yang akan melangsungkan pernikahan, maupun mereka yang sedang menjalani bahtera pernikahan. Bahwa, ada syaitan yang senantiasa mengganggu dan mengintai keharmonisan hubungan rumah tangga. Hal kedua yang perlu kita ketahui adalah; tujuan dari pernikahan itu sendiri. Sesungguhnya, dalam prakteknya, antara pernikahan dan hidup bersama tidaklah jauh berbeda. Perbedaan mendasar antara kedua hubungan itu adalah tujuan dan komitmen. 

Dalam pernikahan, komitmen kedua insan disandarkan kepada Allah dan aturan agama, sedangkan tujuannya dari pernikahan adalah sebagai sarana ibadah. Sedangkan dalam hidup bersama, salah satu tujuannya adalah semata-mata pada pemenuhan pada berbagai kebutuhan individu yang harus dipenuhi. Pernikahan dalam islam, yang sesuai dengan contoh Rasulullah saw, adalah pernikahan yang didasari dengan komitmen kepada Allah. Dan wujud dari komitmen kepada Allah tersebut adalah dengan menggunakan aturan dan petunjuk Allah dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Karena dasar itulah, selama mereka menjalankan hak dan kewajiban mereka sebagai suami dan istri yang patuh pada aturan Allah dan sunnah Rasul-nya, keduanya akan mendapatkan pahala.... Salah satu hikmah diturunkannya aturan dalam pernikahan, bertujuan agar, mereka dapat memperoleh kehidupan yang harmonis dalam rumah tangga. 

Harmoni, hanya akan terjadi jika ada perbedaan, ilustrasi sederhana.. seperti 12 nada yang berbeda satu dengan yang lainnya. 12 nada akan menjadi satu susunan komposisi atau lagu yang harmonis, ketika 12 nada tersebut mengikuti aturan yang dibuat oleh sang pencipta lagu. Hal ini, tak ubahnya dengan pernikahan...Harmoni dalam rumah tangga hanya akan dicapai jika keduanya tunduk kepada aturan dan petunjuk Allah...Setidaknya, bagi mereka yang beriman, ketika mereka menikah Allah menjamin bagi para wanita agar mereka mendapatkan suami yang berakhlaq seperti Rasulullah atau orang-orang yang sholeh. 

Demikian pula dengan kaum pria, Allah menjamin agar mereka mendapatkan istri yang sholehah, sebagaimana istri Rasulullah dan kaum muslimah yang sholehah. Insya Allah jika aturan Allah dalam rumah tangga dapat ditegakkan, maka Allah menjanjikan kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.. rumah tangga yang memberikan kententraman, penuh dengan kasih dan sayang.. yang sekaligus menjadi pelindung yang kokoh dari komitmen iblis dalam menghalangi manusia dari jalan yang lurus... Jalan lurus melalui pernikahan yang diberkahi, yang sesungguhnya dapat menyelamatkan separuh dari urusan agama....

Wallahu’alam...
»»  lanjut bacanya....

09 November 2011

Ulang Tahun Ku


Terima Kasih atas Doa dan Ucapan Pada Ulang Tahun aQ

9 November 2011, bertambah sudah usia aQ hari ini. Bertambahnya usia ini akan bertambah pula tanggung jawab sosial saya di dunia ini. Mudah-mudahan aQ selalu diberikan kekuatan untuk menghimpun dan memberikan banyak manfaat kepada sesama sebagai bekal aQ kelak di akhirat nanti. Amiin.

Terima kasih tak terhingga kepada keluarga dan teman-teman semua baik secara online (FB, Twitter, SMS, Telpon) maupun offline memberikan ucapan doanya kepada aQ. Dan semoga doa tersebut juga dilimpahkan untuk keluarga dan teman-teman semua. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita, memberikan kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaan dunia akhirat untuk kita semua. Amiin

Sekali lagi terima kasih kepada teman-teman semua…bahagia menjadi bagian dan teman Anda…

Ya Allah,
Hari ini aQ dalam kekhusukan dan keihlasan dihadapan hamparan rezekimu...

Ya Allah,
Kau ciptakan aQ dari tiada, menjadi ada...
Kemudian kau kembalikan aQ kepadamu,...

Ya Allah,
Kehidupanku bejalan dan berputar sesuai dengan kehendakmu

Ya Allah,
Hari ini telah sampai usia ku dalam kedewasaan, jadikanlah aQ menjadi khusuk dan tawaduk dalam menerimah hikmah dan berkahmu
bertambah usia dalam hitunganku, berkurang pula usiaku dalam hitunganmu..

Ya Allah,
Panjangkanlah usiaku agar aQ dapat hidup dan menjadi bermanfaat bagi ummatmu yang lain
Panjangkanlah usiaku agar aQ dapat lebih memandang hidup dengan penuh makna dalam kebesaranmu
Panjangkanlah usiaku agar aQ dapat lebih bersyukur atas nikmat dan rezeki yang Engkau anugerahkan kepadaku.

Ya Allah,
Jadikanlah aQ termasuk ke dalam orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan

Ya Allah,
Terimakasih Engkau telah mengangkat aQ menjadi makhluk dengan derajat yang tinggi

Terimakasih engkau telah memberikan Cahaya Keimanan kepada kami agar kami dapat mengenalmu,

Terima Kasih Ya Allah…Ya Rabbi…...
»»  lanjut bacanya....

06 November 2011

Antara Pria & Wanita

Pria mengharapkan wanita bersikap dewasa.....Wanitapun mengharapkan perhatiannya
Pria selalu kesal dengan pertanyaan wanita yang menyudutkannya....Wanita kecewa dengan pria lantaran setiap pertanyaan tidak digubris pria

Pria selalu gengsi dengan jawaban yang ada dalam lubuk hatinya....Wanita selalu ingin dimengerti, dimanja dan apa yang dikatakan selalu ingin didukung.

Pria selalu bangga dikelilingi wanita yang berbusana sesuai dengan obsesinya tapi pria juga lupa terkadang sifat dan tingkah lakunya tidak sesuai dengan harapannya....Wanita menganggap pria sebagai seorang pemimpin, imam dan khalifah, tapi wanita lupa tidak semua pria bisa menempatkan dirinya sebagai seorang imam, pemimpin dan khalifah.

Pria dan wanita selalu ngotot untuk menang, dan merasa dirinya paling benar itu suatu bukti pria dan wanita saling membutuhkan dan saling ketergantungan satu sama lain.

Pria butuh wanita sebagai teman, sahabat maupun kekasih yang akhirnya bermuara pada pasangan suami istri...Wanita butuh perhatian, perlindungan dan berharap pria menjadi seorang teman, sahabat dan pujaan hati dan bisa mengayomi.

Namun pria dan wanita seringkali tidak menyadari bahwa sesungguhnya keduanya saling membutuhkan entah yang namanya perhatian bahkan mungkin cinta kasih.

Pria dan wanita sering kita temui saling tuduh, saling mengejek, saling berprasangka dan saling menyakiti itu lantaran antara keduanya tidak saling kenal, dan tidak ada keterbukaan yang diharapkan salah satu diantara pria dan wanita.

Wanita melakukan investigasi kehati-hatian, dan menunjukan kebimbangan bukan berarti sulit untuk diajak komunikasi bisa jadi menguji keseriusan pria tuk mengajak berteman atau persahabatan.
Pria mengandalkan emosi sedangkan wanita mengandalkan perasaannya,,Jika salah satu diantara keduanya tidak bisa mengendalikan diri atau mengalah bisa jadi untuk menjalin pertemanan, persahabatan apalagi cinta kasih…. Tidak terwujud.

Bila Pria dan Wanita bersatu berpijak pada perbedaan, niscaya akan langgeng karena apabila dihadapkan pada suatu persoalan keduanya mampu menyelesaikannya dengan bijak dan kepala dingin.

Namun apabila Pria dan Wanita bersatu berpijak pada persamaan, biasanya tidak langgeng karena keduanya hanya tahu sisi baiknya saja tanpa tahu sifat yang sebenarnya dan apabila dihadapkan pada persoalan keduanya saling mempertahankan kehendak dan muncul letupan – letupan yang berakibat besar karena keduanya tidak mampu menyelesaikan masalah dengan bijak tapi dengan emosi yang meledak-ledak. Disini Pria dan wanita baru menyadari diantara keduanya tidak ada kecocokan.
»»  lanjut bacanya....

05 November 2011

Wanita Pilihan Allah

Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Perempuan itu dinikahi karena empat hal, yaitu: harta, keturunan, kecantikan, dan agamanya. Dapatkanlah wanita yang taat beragama, engkau akan berbahagia." (Muttafaq Alaihi dan Imam Lima). Dan dalam sabdanya yang lain; “Dunia adalah kesenangan sementara, dan sebaik-baiknya kesenangan dunia adalah wanita (istri) yang sholehah.”. (Muslim, an nasa’i). Banyak sekali ayat-ayat Allah dan hadits Rasulullah yang mengajarkan kaum wanita,  agar mereka dapat menjadi wanita pilihan Allah, dan sebaik-baiknya perhiasan dunia. Tentunya, dengan waktu yang singkat tidaklah mungkin kita hadirkan kajian ayat dan hadits yang sangat banyak sekali jumlahnya …, tetapi dengan sangat mudah kaum wanita dapat bercermin melalui ciri-ciri akhlaq mereka.. 

Beberapa ciri yang umum dari akhlaq wanita pilihan Allah adalah ;
Sebelum menikah, wanita sholehah akan selalu menjaga dirinya, ia tidak akan membuka satu hubungan khusus, kecuali jika ia mengetahui bahwa lelaki tersebut hendak meminang dirinya.  Aqidah islam, kepahaman dan akhlaq calon suami, merupakan modal dasar dari kriterianya. Wanita sholehah tidak akan memperlihatkan auratnya pada kaum pria yang dilarang oleh syariat , dirinya tidak akan pula membiarkan bagian tubuhnya disentuh, walau hanya berjabat tangan oleh lelaki yang bukan muhrimnya dan yang tidak memiliki kepentingan. Dalam proses perkenalan atau ta’aruf ia tidak akan membiarkan dirinya berdua-duaan dengan kaum pria. Menjawab salam, tidak berbicara kecuali hal yang mengarah pada kebaikan. Tidak menjatuhkan kehormatan dan martabatnya dengan memberikan peluang kepada kaum pria untuk mempermainkan dirinya. Tidak meminta harta maupun barang apapun selain kesungguhan calon suami untuk mempercepat proses akad nikah. Dan..pada saat menikah dan setelahnya, ciri wanita sholehah tercermin dari akhlaq mereka. Menerima mahar sesuai dengan kesanggupan calon suaminya, sebagaimana sabda Rasulullah saw, “Wanita yang paling banyak berkahnya adalah mereka yang paling mudah maharnya”. (Ahmad dan Baihaqi).

Senantiasa taat dan melayani suami mereka selama perintah mereka tidak bertentangan dengan perintah agama. Mendahulukan kepentingan suami dari pada kepentingan dirinya. Dapat menjadi pendengar yang baik, lemah lembut dalam berbicara, menghibur, mendorong hati suami ketika dalam kesulitan dan kesedihan, memberikan ketenangan dalam rumah tangga, dan senantiasa memperhatikan penampilan, kebersihan, kecantikan dan menjaga kesehatan dirinya, dan istiqomah dalam beribadah...Ketika suami tidak dirumah, dirinya tidak akan pernah memperbolehkan lelaki yang tidak dikenal atau lelaki yang tidak disukai oleh sang suami masuk ke dalam rumahnya. Menjaga harta suami adalah bagian dari tugas istri yang sholeh, mengatur harta rumah tangga dengan tidak berlebihan dan tidak juga kikir adalah hal yang dianjurkan dalam agama. Menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, menyediakan makanan yang sesuai dengan selera suami, memperhatikan seluruh kebutuhan suami, adalah bentuk pengabdian yang selalu bernilai pahala.

Sebesar apapun, ia senantiasa bersyukur atas apa yang diberikan oleh suaminya, tidak banyak mengeluh, sabar dalam menerima keterbatasan suami, tidak meminta sesuatu yang lebih dari kemampuan suaminya, menghormati orang tua suami, memperlakukan mereka dengan sikap terbaik, pemaaf dan pengertian, adalah sifat yang senantias ditunjukkannya. Jika ia bekerja, maka ia akan menjaga dirinya dalam pergaulan, menjauhkan diri dari perbuatan yang sia-sia, yang dapat mengantarkan dirinya dalam kemaksiatan. Memberikan sedekah kepada keluarga dari hasil pekerjaannya. Wanita sholeh adalah panutan dari anak-anaknya, mereka akan memberikan teladan yang terbaik bagi anak-anaknya, sabar dalam mendidik anak, tidak mengeluarkan perkataan yang tidak patut di contoh oleh anak-anak…Setidaknya, inilah ciri-ciri akhlaq wanita sholehah..tentunya, kesholehan itu tidak datang sendirinya, ia memerlukan proses…Dan wanita sholehah tentunya akan memilih lelaki pilihan Allah, yang bersama-sama mengantarkan dirinya melalui proses tersebut.. agar mencapai keberkahan dalam kehidupan dunia dan akhirat..
Wallahu’alam.
»»  lanjut bacanya....