07 September 2012

Is This Anfield? Yes, This is Anfield




Stadion bergaya old fashion itu berdiri megah di tengah pemukiman penduduk, mengandung beragam sejarah klub Liverpool FC dan suporter fanatiknya. "Kuil Suci nan Keramat" itu bernama Anfield. Tak seperti kebanyakan klub besar di Inggris yang mempunyai stadion megah dengan ukuran besar dan terletak di tengah kota atau di pinggiran, Anfield ini berada di daerah pemukiman penduduk lokal. Jika Anda berkesempatan ke sana, maka akan dilihat deretan rumah dan juga restoran-restoran kecil yang mengelilingi Anfield. Maka tak heran wacana untuk perluasan stadion selalu mendapat tentangan, karena dengan melakukannya, itu sama sama dengan menggusur para warga di sekitarnya. Di sebelah Shankly Gate, atau tepatnya di belakang area pakir, ada sebuah tanah kosong luas yang disebut Stanley Park, yang (mungkin, kalau jadi) nantinya akan jadi kandang baru bagi 'Si Merah'.  Jika melihatnya dari layar televisi, para pecinta sepakbola mungkin tahu bahwa Anfield relatif bergaya kuno dan memang seperti itulah adanya. Meski dimiliki oleh salah satu klub terbaik di Inggris, namun harus diakui dari segi infrastruktur atau arsiteknya Anfield masih kalah dari Emirates Stadium, Etihad Stadium, Old Trafford, atau bahkan Stamford Bridge. Meski jadi salah satu stadion angker dan terkenal di dunia, Anfield memang sudah lama tak merias wajahnya. Diawali dengan ukuran press room yang kecil untuk ukuran klub besar, yang tentunya akan terasa penuh jika awak media bertatap dengan muka dengan Brendan Rodgers dan para pemain usai pertandingan. Namun, tetap saja memasuki Anfield boleh jadi sudah membuat Anda merasa seperti pemain Liverpool yang akan bertanding serta berjibaku di atas lapangan. Menyusuri lorong dan kemudian memasuki locker room untuk persiapan pertandingan.

Locker Room bersejarah nan magis itu pun masih saja terasa kuno karena bangku para pemain masih terbuat dari kayu dan baju pemain pun hanya digantung berdasarkan urutan posisi si pemain, mulai dari kiper hingga penyerang. Di tengah-tengah ada dua meja tempat para messaeur melakukan tugasnya untuk meregangkan otot para pemain atau merawat pemain yang cedera. Ada juga para kamar mandi dan satu pintu baru yang merupakan tempat manajer meramu taktik dan sebagainya. Kamar taktik ini baru dibangun pada masa Rafael Benitez menukangi tim. Kurang afdol rasanya jika ke Anfield tak menyentuh tanda terkenal di atas lorong menuju ruang pemain yang bertuliskan: “This Is Anfield”. Tanda itu adalah permintaan dari manajer legendaris Liverpool, Bill Shankly, yang bertujuan untuk mengintimidasi lawan dan menunjukkan bahwa tak akan mudah menaklukkan Liverpool di markasnya. Salah satu keunikan Anfield dibanding stadion lain di Inggris adalah bench tim tuan rumah dan tim tamu yang berdekatan di dalam satu tempat. Jika biasanya bangku cadangan home dan away terpisah, maka di Anfield tim tamu akan diajak merasakan euforia serta atmosfer dari stadion itu yang bertujuan tentunya untuk memberi sedikit tekanan pada lawan.


Ada lagi yang menarik dari Anfield? Tentu saja tribun legendaris yang biasa disebut The Kop, tempat di mana para "penguasa" stadion berada dan selalu menyanyikan chant atau yel-yel yang membuat merinding kawan maupun lawan. Tapi sayang, Anfield seperti sedang kehilangan keangkeran serta daya magisnya sejak setahun terakhir ini. Liverpool kerap kesulitan di kandang sendiri dan berujung pada memburuknya performa tim yang membuat mereka hanya finis di posisi kedelapan musim lalu. Di awal musim ini Anfield pun masih "mendung". Bahkan This Is Anfield pun saat ini dijaikan lelucon dan sering dipelesetkan This is Anfield? atau Is This Anfield? -- sebagai sindiran kepada Liverpool yang kandangnya tak lagi bertuah saat ini. Ada yang mencela owner yang dinilai tidak mau menginvestasikan dana besar di bursa transfer, ada yang menilai Rodgers bukanlah orang tepat untuk Liverpool, menyalahkan pemain dan seterusnya dan lain-lain. Namun, urusan manajemen atau teknis, itu lebih jadi urusan para bos dan Rodgers. Anfield punya peran sendiri untuk melecut semangat para pemainnya, melalui kutipan-kutipan terkenal dari seorang Shankly, yang dipasang di berbagai sudut stadion, karena Anfield adalah Anfield. This is Anfield.

Nah itu sedikit tentang Anfield, berikutnya aku akan menampilkan galeri poto dari berbagai sudut di Anfield... You'll Never Walk Alone


»»  lanjut bacanya....

06 September 2012

Opsi Striker Yang Tersisa Buat The Reds

Liverpool, yang gagal mendapatkan pengganti Andy Carroll sebelum bursa transfer ditutup, masih memiliki peluang untuk menggaet pemain baru dengan jalan meminjam atau merekrut pemain yang berstatus bebas transfer. Pilihan kedua adalah opsi yang tampaknya akan dipakai oleh kubu The Reds untuk menambal lubang yang ditinggal Carroll. Seperti yang diketahui, keputusan meminjamkan Carroll juga telah disesalkan oleh pelatih Liverpool Brendan Rodgers. Namun, ternyata semuanya tidak semudah membalik telapak tangan. Buruan-buruan Liverpool mulai lepas satu per satu. Michael Owen memutuskan bergabung dengan Stoke City, Alessandro Del Piero memilih berkarir di Australia, dan Florent Sinama-Pongolle juga telah digaet klub Rusia, Rostov. Pilihan pelatih Brendan Rodgers untuk mencari pemain tambahan pun semakin menipis, tetapi masih ada beberapa nama yang patut dipertimbangkan oleh manajemen Anfield di bursa pemain bebas transfer.  Berikut nama-nama striker yang dapat digaet Liverpool dengan status free transfer : 

1. Emile Heskey

Pemain berusia 32 tahun ini menjadi alternatif yang sangat potensial bagi The Reds. Pengalamannya sebagai striker andalan di klub-klub Liga Primer Inggris serta di tim nasional Inggris, membuat namanya masih patut untuk diperhitungkan. Terlebih lagi, ia pernah menjadi bagian dari skuat Liverpool pada tahun 2000 hingga 2004 (dan ia juga belum pernah bergabung dengan Manchester United).

2.James McFadden



Karir James McFadden di Liga Primer Inggris sebenarnya cukup bagus, hingga ia menderita cedera parah ketika memperkuat Birmingham City, sehingga ia jarang mendapatkan kesempatan bermain dalam dua musim terakhirnya di sana. Musim lalu, pemain asal Skotlandia tersebut kembali ke Everton, klub yang membesarkan namanya, namun The Toffees tampaknya tidak tertarik lagi untuk menggunakan jasanya dan memutuskan untuk tidak memperpanjang kontraknya.

3. John Carew

John Carew kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya tidak diperpanjang oleh Aston Villa. Liverpool diperkirakan akan mempertimbangkan Carew, mengingat ia memiliki kualitas yang bagus, fisik yang mirip dengan Carroll, dan ia juga telah berkarir di Liga Primer Inggris sejak tahun 2007 silam, sehingga tidak perlu lagi beradaptasi dengan gaya permainan sepakbola Inggris.

4. Eidur Gudjohnsen

Eidur Gudjohnsen memiliki nama yang cukup mentereng di dunia sepakbola saat ia masih membela Chelsea pada tahun 2000 hingga 2006 dan kemudian hijrah ke Barcelona selama tiga tahun. Pemain terbaik Islandia sepanjang masa tersebut kembali lagi ke EPL tahun 2010 dengan memperkuat tim-tim seperti Tottenham, Stoke City dan Fulham. Setahun kemudian (musim lalu), ia hengkang ke AEK Athens, namun di akhir musim kontraknya diputus karena klub ingin memangkas anggaran. Kualitas dan pengalaman Gudjohnsen, terutama dalam membawa timnya meraih gelar juara, diperkirakan akan menjadi nilai tambah di mata Liverpool.

Sumber: GOAL.com
»»  lanjut bacanya....

04 September 2012

Surat Terbuka John Henry Untuk Liverpudlian


Pemilik klub asal Amerika ini meminta maaf kepada fans karena membiarkan Andy Carroll pergi tanpa mendapatkan penggantinya. Pemilik Liverpool John W. Henry menulis surat terbuka kepada fans sebagai permintaan maaf klub atas kegagalan mereka di bursa transfer. Beikut isi surat sang pemilik yg udah di translet...

 "Saya sama kecewanya dengan semua orang yang terhubung dengan Liverpool FC bahwa kita tidak bisa menambah pasukan di transfer window musim panas ini, tapi itu bukan berarti kurangnya semangat atau usaha dari orang orang di bidang itu. Mereka bekerja sangat keras di hari terakhir transfer window untuk mendapatkan penyerang yang diharapkan. namun sayang, saat itu kita tidak memperoleh kesepakatan untuk mendapatkan mereka. Tapi musim panas ini kita mendatangkan 3 pemain muda, tapi sangat bertalenta yaitu Joe Allen, Nuri Sahin dan Fabio Borini bersama 2 pemain potensial masa depan, Samed Yesil dan Oussama Assaidi, tidak bisa dianggap kegagalan karena kita membangun untuk masa depan. Mungkin ada sebagian orang yang tidak menganggap penting mempertahankan para pemain terbaik kita saat musim transfer ini. Kita berhasil mempertahankan Daniel Agger, martin Skrtel dan Luis Suarez. Kita menghargai kepercayaan mereka akan klub ini. Dan kita berhasil membuat kesepakatan baru, kontrak jangka panjang untuk Luis dan Martin." 

 "Tidak ada yang bisa mempertanyakan komitmen kami kepada klub. Tentang Brendan Rogers, ia adalah pelatih muda bertalenta dan kita berharap banyak kepada keputusannya dalam membentuk pasukan. Ini masih dalam proses. Perlu waktu bagi Brendan untuk menanamkan filosofinya ke pasukannya dan menjadikan mereka persis seperti yang ia harapkan nantinya. Kebijakan transfer bukan hanya masalah seberapa dalam dompet anda. Ini adalah - dan akan selalu - tentang memperoleh hasil maksimal dari berapa yang dikeluarkan sehingga kita bisa membentuk kualitas terbaik.Kami mendukung UEFA's Financial Fair Play yang dibacakan lagi minggu ini oleh Mr. Platini - yang kami acungi jempol. Kita harus mengikuti arahan Financial Fair Play bahwa pengeluaran harus sebanding dengan pendapatan. Kami berhasil dalam perkembangan sisi komersial klub dan hasilnya akan memberi kita kekuatan lebih di pengeluaran di masa yang akan datang. Kita masih dalam proses untuk membetulkan kesalahan yang dibuat rezim yang lalu. Dan itu tidak bisa terjadi dalam semalam. Dan hal ini diperparah oleh kesalahan kami sendiri dalam dua tahun pertama pemindahan kepemilikan. Belajar dari pengalaman, namun tanpa kesalahan, kesehatan klub jauh lebih baik hari ini dibanding saat kami ambil alih." 

 "Pengeluaran bukan hanya tentang membeli talenta. Ambisi kami tidak tercetak di sebuah semen berukuran setengah meja yang mahal, perbaikan sementara yang hanya memberi pemasukan selama dua tahun. Kami lebih menekankan menggunakan tim kepelatihan, yang sedang berkembang dengan baik, dalam membangun pemain sendiri. Banyak pemikiran dan investasi sedang dibangun untuk menanamkan tradisi klub di jiwa para penerus. Sikap itu adalah untuk menang. Kami akan berinvestasi untuk sukses. tapi kami tidak akan menggadaikan masa depan dengan pengeluaran yang beresiko. Setelah hampir dua tahun di Anfield, kami sudah dekat untuk memperoleh sistem yang pas. Transfer window kemaren mungkin belum sempurna, tapi kami tidak hanya melihat sampai 16 minggu ke depan sampai dapat membeli pemain baru lagi, kami mencari untuk 16 tahun kedepan dan lebih jauh lagi. Hal ini adalah langkah pertama untuk mengembalikan klub terbaik di dunia kembali ke posisinya yang pantas. Ini tentu tidak mudah, mungkin tidak bakal sempurna, tapi ada satu tujuan yang jelas yang harus dikerjakan." 

"Kami akan membangun dan berkembang dari dalam, membeli dengan hati hati dan cerdas dan tidak akan membuang segala sumber daya untuk membayar biaya transfer yang semakin meningkat dan gaji yang diluar akal sehat. Kami tidak takut untuk mengeluarkan uang dan bersaing untuk yang terbaik tapi kami tidak akan membayar berlebihan untuk para pemain. Kami tidak akan menempatkan klub ini di posisi genting yang kami temukan saat kami mengambil alih Anfield. Klub ini jangan pernah kembali jatuh dalam hutang yang mengancam keberadaannya. Dan diatas semua, kami ingin menang. Ambisi itu yang mengarahkan kami dalam mengambil setiap keputusan. Ini adalah jalan Liverpool. Kami bisa dan akan menghasilkan pendapatan untuk meraih semua itu. Akan selalu ada kemunduran dari waktu ke waktu, tapi kami percaya kami memiliki orang-orang yang tepat untuk membawa kejayaan di Anfield. Akhirnya, saya bisa katakan, dengan otoritas yang kami miliki, bahwa ini bukan tentang keuntungan. Sebaliknya dari opini yang beredar, para owner jarang terlibat dalam olahraga untuk memperolah uang. Justru kebanyakan terlibat dengan klub untuk bersaing dan bekerja untuk klub. Kadang memang sulit. Dalam kasus kami, kami bekerja setiap hari untuk memperoleh pemasukan untuk perkembangan klub." 

"Kami hanya punya satu tujuan di Liverpool yaitu untuk bertualang untuk menjuarai Premiere League, dan memainkan sepakbola sesuai dengan harapan para suporter. Hal ini hanya akan terjadi jika kami melakukan hal yang benar dalam membangun klub ini yang masuk akal bagi para suporter, kami, dan semua yang mendukung kami. Kami akan memberikan apa yang sangat diharapkan oleh semua pendukung Liverpool Football Club." 

JOHN W HENRY (sumber: liverpoolfc.com)

Inspiratif! Seorang owner yang tidak mengharapkan prestasi instan, tidak seperti syeik Mansoor dan Roman Abramovich. Prestasi yang menyeluruh dari sisi finansial yang di awal pengambil alihan sangat buruk, kini sangat sehat, dan juga prestasi atletnya, dimana tidak hanya bisa membeli atlet jadi, tapi bisa membentuk atlet berprestasi. Bukannya tidak mau membeli pemain mahal, tapi ingin pemain yang sesuai dengan antara harga dan kemampuannya, tidak hanya saat ini tapi juga masa depan. Prinsip john henry yang emang udah malang melintang di dunia klub olahraga sejak lama pasti tau bahwa klub besar klo gak diurus bener akhirnya bakal ancur juga. Itu yang terjadi saat liverpool dia beli. 

 I'm with you, mister. You'll Never Walk Alone.
»»  lanjut bacanya....

02 September 2012

Happy Birthday Bill Shankly


“Beberapa orang berpikir sepak bola adalah hidup dan mati. Tapi saya yakinkan Anda, ini akan jauh lebih penting daripada itu semua.“ - William “Bill” Shankly. 

Bill Shankly mungkin akan menjadi 98 tahun saat ini jika masih hidup.

Aku pikir hanya itu kata-kata yang tepat sebelum aku harus menulis sebuah artikel kecil tentang orang besar yang pada hari ini adalah ulang tahun ke-98 nya. Bill Shankly adalah jauh sebelum waktu aku dilahirkan ke dunia ini, tapi seperti fan Liverpool aku telah mempelajari tentang dia selama bertahun-tahun dan bahkan membaca satu otobiografi tentang dia. Sulit untuk menulis sebuah artikel tentang orang besar ini sebagai orang yang lebih baik, dan begitu banyak penulis dari aku telah mengatakan itu semua sebelumnya. Tapi sebelumnya aku memiliki perasaan dan aku mengatakan "apa artinya orang besar ini bagi aku?". Ya.. jelas orang ini sangat besar bagiku dan sangat berarti buat aku. 

Aku belum lahir ketika orang besar diteruskan dan sejak aku berumur 7 tahun sudah mendukung Liverpool tapi aku tidak tahu siapa dia, aku telah mendengar tentang dia, dan aku tahu kabar menyedihkan tentang hari kematiannya dan mendengar cerita reaksi ayahku saat itu. Ayahku jelas sangat tahu lebih banyak tentang dia dibandingkan diriku. Semua cerita besar tentang orang ini, mungkin kalian mendengar ini orang besar dari mantan pemain legendaris seperti prestasinya. Cara dia telah menyentuh setiap pendukung Liverpool bahkan masih bertahun-tahun setelah kematiannya menunjukkan apa yang orang ini lakukan untuk klub ini. 

Datang dari sebuah desa pertambangan kecil di Ayrshire yang sayangnya tidak lagi dihuni karena aku pernah berkunjung hanya untuk menemukan memorial berdirinya Shankly. Aku pikir tanah pertambangan dimana menjadi tanah kelahirannya berdiri dimanfaatkan dengan baik untuk karir masa depannya. Aku tidak ingin membuat kalian bosan dengan fakta-fakta dari karirnya sebagai pemain. Aku yakin kalian tahu semua tentang dia, aku hanya ingin memberitahu kalian bagaimana dia telah menyentuh saya.Dan aku pikir itulah mengapa aku mengambil minat untuk ditambahkan kedalam hidupku. Aku selalu mencoba untuk menonton program di TV tentang Shankly atau membaca artikel di surat kabar tentang dia karena aku menghormati pria yang telah melakukan begitu banyak hal untuk Liverpool. 

Prestasinya di Liverpool adalah semua lebih luar biasa mengingat keadaan klub pada saat itu. Shankly mengubah klub benar-benar dipelihara dan bahkan Anfield serta Melwood di Liverpool dijadikan sebagai sarana latihan berlari dari bawah. Cara Shankly mengubah metode pelatihan, diet pemain dan jelas tim menakjubkan, dan bagaimana transformasi klub terjadi relatif cepat sebagai hasilnya Liverpool kembali membaik. Shankly membangun tim brilian ia mengambil kembali ke Divisi Pertama setelah mendekam di Divisi II. Dia terus memperbaiki tim, mendatangkan pemain yang luar biasa dengan orang-orang seperti St John dan Ron Yeats memperkuat tim.

 Setelah banyak keberhasilan di tahun 1960 Shankly menyadari inti dari timnya sudah terlalu tua dan dengan prioritas pada peningkatan tim dia menggantikan pemain yang telah bersamanya begitu lama. Ia membawa orang-orang seperti Clemence, Heighway, Hughes, Toshack dan Keegan dan pada dasarnya membangun sebuah tim baru yang akan membuat keberhasilan datang. Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa dia benar-benar pensiun tapi aku yakin dia hanya melakukannya karena dia tahu bahwa Liverpool memiliki orang besar di Bob Paisley yang memerintah setelah dia. Bill Shankly Anda tidak akan pernah terlupakan. Dia membuat orang-orang bahagia 

YNWA
»»  lanjut bacanya....

29 Agustus 2012

Menguak Tragedi Hillsborough (Justice for 96)

JUSTICE FOR THE 96 "JANGAN PERNAH SEKALIPUN MENGUTIP BERITA DARI THE SUN DI DALAM THREAD INI" 

yaa... itu kata kata awal yang aQ ambil. Sekedar untuk mengingatkan buat kalian seluruh Liverpudlian dimana pun bahwa "HARAM" hukumnya mengutip atau mengambil berita dari harian tersebut sekalipun berita itu tentang klub kesayangan kita ini.


15 April akan selalu menjadi hari yang emosional bagi seluruh supporter Liverpool FC di seluruh dunia. Salah satu tragedi kelam yang “menodai” perjalanan sebuah klub sepak bola tersukses di daratan Inggris, Sebuah tragedi yang menyisakan kontroversi hingga sekarang. Sebuah tragedi yang dikemudian hari akan mengubah dan menjadi landasan akan lahirnya peraturan soal standar keamanan stadion sepak bola. Kejadian ini berawal dari digelarnya partai semi final Piala FA antara Liverpool vs Nottingham Forest yang digelar di Stadion Hillsborough, kandang Sheffield Wednesday. pertandingan yang harusnya enak dinikmati tiba-tiba berubah menjadi kuburan massal buat liverpudlian. 


Akibat massa yang berlebihan dan berebut masuk ke Hillsborough, sementara kapasitas stadion milik klub Sheffield Wednesday yang tidak memadai menyebabkan 95 orang meninggal pada Kejadian tersebut, seorang lagi meninggal setelah mengalami koma selama 4 tahun sehingga menambah jumlah korban menjadi 96 orang. 89 diantaranya laki - laki serta 7 orang perempuan. Berdasarkan umur, kebanyakan diantaranya berusia dibawah 30 tahun serta 13 orang diantaranya dibawah usia 20 tahun. Korban termuda adalah seorang anak laki - laki berusia 10 tahun, salah satunya adalah sepupu dari gerrard... (ane merinding gan ...). 730 orang terluka di dalam stadiun serta 36 terluka di luar stadiun. Ratusan orang mangalami trauma karena peristiwa tersebu.


Berikut daftar nama 96 Brother and Sisters kita (Liverpudlian) korban jiwa dalam tragedi tersebut:

  1. * John Alfred Anderson (62) 
  2. * Colin Mark Ashcroft (19) 
  3. * James Gary Aspinall (18 ) 
  4. * Kester Roger Marcus Ball (16) 
  5. * Gerard Bernard Patrick Baron (67) 
  6. * Simon Bell (17) 
  7. * Barry Sidney Bennett (26) 
  8. * David John Benson (22) 
  9. * David William Birtle (22) 
  10. * Tony Bland (22) 
  11. * Paul David Brady (21) 
  12. * Andrew Mark Brookes (26) 
  13. * Carl Brown (18 ) 
  14. * David Steven Brown (25) 
  15. * Henry Thomas Burke (47) 
  16. * Peter Andrew Burkett (24) 
  17. * Paul William Carlile (19) 
  18. * Raymond Thomas Chapman (50) 
  19. * Gary Christopher Church (19) 
  20. * Joseph Clark (29) 
  21. * Paul Clark (18 ) 
  22. * Gary Collins (22) 
  23. * Stephen Paul Copoc (20) 
  24. * Tracey Elizabeth Cox (23) 
  25. * James Philip Delaney (19) 
  26. * Christopher Barry Devonside (18 ) 
  27. * Christopher Edwards (29) 
  28. * Vincent Michael Fitzsimmons (34) 
  29. * Thomas Steven Fox (21) 
  30. * Jon-Paul Gilhooley (10) 
  31. * Barry Glover (27) 
  32. * Ian Thomas Glover (20) 
  33. * Derrick George Godwin (24) 
  34. * Roy Harry Hamilton (34) 
  35. * Philip Hammond (14) 
  36. * Eric Hankin (33) 
  37. * Gary Harrison (27) 
  38. * Stephen Francis Harrison (31) 
  39. * Peter Andrew Harrison (15) 
  40. * David Hawley (39) 
  41. * James Robert Hennessy (29) 
  42. * Paul Anthony Hewitson (26) 
  43. * Carl Darren Hewitt (17) 
  44. * Nicholas Michael Hewitt (16) 
  45. * Sarah Louise Hicks (19) 
  46. * Victoria Jane Hicks (15)
  47. * Gordon Rodney Horn (20) 
  48. * Arthur Horrocks (41) 
  49. * Thomas Howard (39) 
  50. * Thomas Anthony Howard (14) 
  51. * Eric George Hughes (42) 
  52. * Alan Johnston (29) 
  53. * Christine Anne Jones (27) 
  54. * Gary Philip Jones (18 ) 
  55. * Richard Jones (25) 
  56. * Nicholas Peter Joynes (27) 
  57. * Anthony Peter Kelly (29) 
  58. * Michael David Kelly (38 ) 
  59. * Carl David Lewis (18 ) 
  60. * David William Mather (19) 
  61. * Brian Christopher Mathews (38 ) 
  62. * Francis Joseph McAllister (27) 
  63. * John McBrien (18 ) 
  64. * Marion Hazel McCabe (21) 
  65. * Joseph Daniel McCarthy (21) 
  66. * Peter McDonnell (21) 
  67. * Alan McGlone (28 ) 
  68. * Keith McGrath (17) 
  69. * Paul Brian Murray (14) 
  70. * Lee Nicol (14) 
  71. * Stephen Francis O'Neill (17) 
  72. * Jonathon Owens (18 ) 
  73. * William Roy Pemberton (23) 
  74. * Carl William Rimmer (21) 
  75. * David George Rimmer (38 ) 
  76. * Graham John Roberts (24) 
  77. * Steven Joseph Robinson (17) 
  78. * Henry Charles Rogers (17) 
  79. * Colin Andrew Hugh William Sefton (23) 
  80. * Inger Shah (38 ) 
  81. * Paula Ann Smith (26) 
  82. * Adam Edward Spearritt (14) 
  83. * Philip John Steele (15) 
  84. * David Leonard Thomas (23) 
  85. * Patrik John Thompson (35)
  86. * Peter Reuben Thompson (30) 
  87. * Stuart Paul William Thompson (17) 
  88. * Peter Francis Tootle (21) 
  89. * Christopher James Traynor (26) 
  90. * Martin Kevin Traynor (16) 
  91. * Kevin Tyrrell (15) 
  92. * Colin Wafer (19) 
  93. * Ian David Whelan (19) 
  94. * Martin Kenneth Wild (29) 
  95. * Kevin Daniel Williams (15) 
  96. * Graham John Wright (17). 
Sebuah bencana bagi sepak bola Inggris yang hingga kini masih menjadi kontroversi. The Sun, sebuah tabloid di Inggris yang berskala nasional turut menambah panas suasana dengan memuat berita setelah kejadian tersebut dengan headline berjudul “THE TRUTH” dengan 3 sub headlinenya yang berjudul "Some fans picked pockets of victims", "Some fans urinated on the brave cops", "Some fans beat up PC giving kiss of life". The story accompanying these headlines claimed that 'drunken Liverpool fans viciously attacked rescue workers as they tried to revive victims' and 'police officers, firemen and ambulance crew were punched, kicked and urinated upon'. A quote, attributed to an unnamed policeman, claimed that a dead girl had been abused and that Liverpool fans 'were openly urinating on us and the bodies of the dead'. 


Dapat kita bayangkan betapa sakit hatinya kita melihat headline yg ditulis the sun diatas, terutama bagi keluarga korban, itulah sebabnya mengapa kita para liverpudlian memboikot tabloid the sun, walau setelah itu tabloid the sun meminta maaf atas kekeliruan berita yang telah dimuat sebelumnya namun karena berita tersebut sudah kadung membuat hati kita sakit sehingga saat ini pun para liverpudlian di seluruh dunia dilarang mengutip atau mengambil berita dari harian tersebut sekalipun berita itu tentang klub kesayangan kita ini. Selain itu, untuk mengenang korban Hillsborough maka setelah kejadian tersebut pada logo Liverpool yang terbaru ditambahkan dua “fire caldron” di kanan-kiri sang burung hati, liverbird yang menggambarkan api abadi untuk mengenang korban Hillsborough. Selain itu juga setiap tanggal 15 April -- hari di mana tragedi tersebut terjadi, fans Liverpool selalu mengadakan upacara peringatan. Bertempat di Kop Stand, ribuan Liverpudlian selalu bergabung bersama pelatih, staff serta petinggi klub untuk mengenang kembali tragedi tersebut. 20 tahun berlalu sejak bencana di Hillsborough, melalui Hillsborough Family Support Group (HFSG) supporter Liverpool terus menuntut keadilan atas meninggalnya 96 anggota keluarga, saudara, teman mereka. Selama hampir dua dekade tanpa kenal lelah HFSG terus meng-kampanyekan Hillsborough : JusticeFor96.

»»  lanjut bacanya....